Sekilas tentang AGP

Accelerated Graphics Port pertama kali dirancang untuk motherboard berbasis Pentium II. Ia menawarkan banyak keuntungan dibandingkan dengan PCI.
Accelerated Graphics Port, AGP, memakai teknologi pipelining yang dapat memberikan bandwith maksimum sampai 4x yang dapat dicapai oleh PCI. AGP memungkinkan graphic card untuk menjalankan pemetaan tekstur (texture mapping) secara langsung dimemory system, tanpa perlu mengirimkan data tekstur terlebih dahulu ke memory lokal yang dimiliki graphic card. Dengan demikian, kerja graphic card menjadi lebih ringan: Semuanya dapat dilakukan lebih cepat berkat kerja sama antara memory utama dan memory graphic card. Hasil akhirnya, frame rate menjadi lebih halus dan kemampuan untuk menampilkan grafik 3D lebih realistik serta kualitasnya lebih tinggi.

Meskipun AGP dibuat untuk motherboard Pentium II dan memakai arsitektur Dual Independent Bus (DIB), anda tigak memerlukan prosesor Pentium II untuk memanfaatkan teknologi AGP. Ini karena pemakaian AGP tidak tergantung pada jenis CPU.
Transfer Data
Bus PCI (pada 33 MHz) saat ini mampu mendukung transfer data sampai 132 MB/s, sementara AGP (pada 66 MHz) mampu menyalurkan data dengan kecepatan sampai 533 MB/s. AGP dapat mencapai kecepatan transfer setinggi ini karena kemampuannya untuk mentransfer data pada kedua siklus clock. Seperti diketahui, satu siklus clock memiliki sisinaik dan sisi turun pulsa: PCI hanya mengirim data pada salah satu sisi, sementara AGP pada keduanya.

Direct Memory Execute (DiME) mungkin merupakan kemampuan terpenting dari AGP. Chip grafik AGP memiliki kemampuan untuk mengakses memory utama secara langsung untuk keperluan operasi pemetaan tekstur. AGP memberikan 2 pilihan metoda bagi graphic card untuk secara langsung mengakses peta tekstur dalam memory sistem: Pipelining dan sideband addressing.

Dalam pipelining, AGP membuat permintaan data berganda saat mengakses memory atau bus. PCI hanya mengajukan 1 permintaan data, dan tidak meminta lainnya sampai data yang diminta selesai ditransfer.

Selain itu, AGP tidak berbagi bandwith dengan piranti lainnya. Sedangkan PCI berbagi bandwidth antara sesama pemakai PCI lainnya. Secara ringkas, keuntungan AGP adalah sebagai berikut:
*
Bandwidth maksimum 4x bus PCI dan mampu mempertahankan transfer rate yang tinggi melalui sideband addressing dan pipelining
*

Memanfaatkan Direct Memory Execute untuk pemetaan tekstur.
*
Memiliki kemungkinan kecil untuk bentrok debgan CPU dan piranti I/O saat memakai bus dan saat mengakses memory. PCI bus melayani kontroler disk, chip LAN, dan mungkin pula perangkat video capture. AGP bekerja bersamaan dengan sebagian besar transaksi PCI, tetapi tanpa tergantung padanya. Selain itu, akses ke RAM dapat dilaksanakan secara bersamaan dengan pembacaan RAM pada graphic card AGP, karena adanya sistem antrian data.
*
Port tambahan bagi chip grafik untuk mengakses memory, sehingga ia dapat sekaligus membaca tekstur dari memory AGP sambil membaca/menulis informasi 3D dan pixel dari memory lokal. Chip graphic mampu mencapai bandwidth samap 1,2 GB/s dengan memanfaatkan kedua port secara bersamaan.
*
Memungkinkan CPU untuk menulis secara langsung ke memory sistem AGP ketika ia memerlukan data grafik, seperti perintah atau tekstur animasi.