Bagi beberapa orang, judul post ini mungkin sesuatu yang dianggap mustahil. Paling tidak, cukup sulit dilakukan. Poin ini juga dapat ditarik dari artikel di E-week ini. Ada tiga poin yang menarik untuk di bahas.
1. One course of action (and the one that would most likely be recommended by many technology vendors) is to invest in the latest, most efficient and “green” products.
Mungkin akan lebih tepat bila dikatakan “teliti sebelum membeli”. Hampir semua produsen mengembar-gemborkan produk mereka sekarang sebagai produk yang “hijau”. Review dan artikel yang membandingkan komponen-komponen PC dapat memperlihatkan produk mana saja yang benar-benar hemat daya. Kinerja yang ditawarkan harus seimbang dengan penghematan konsumsi daya. Bila kinerja naik 20 % tapi konsumsi daya juga naik, maka produk tersebut tidak bisa dikatakan “hijau”.
Sebelum beralih menggunakan Phenom II 955 BE, saya menggunakan Core2Duo E6300 yang dioverclock ke 2.8 GHz tanpa perubahan voltase. Jadi, kurang lebih sama dengan Pentium Dual Core E6300 2.8 GHz yang sekarang beredar. Di post sebelumnya, Anda bisa melihat grafik yang memperlihatkan Phenom II 955 BE 30 % lebih cepat dari E6300 2.8 GHz. Bagaimana perbedaan konsumsi dayanya?
7 % saat idle dengan default voltage. Tentu saja, saya tidak menjalankannya dengan default voltage (1.45 v) tapi lebih rendah (1.15 v). Bandingkan konfigurasi K10Stat-nya.
Default
Dan konfigurasi saya.
Konsumsi daya idle turun 10 watt dengan konfigurasi custom saya. Bila dihitung kembali, perbedaan konsumsi daya saya bukanlah 7 %, tapi 15 % (dengan anggapan rig yang sama dengan test platform Anand). Jadi, komputer saya kini 30 % lebih cepat dengan konsumsi daya 15 % lebih rendah (turun, bukan naik). Sebenarnya, ada kemungkinan penghematan dayanya lebih besar, karena Core2Duo E6300 saya adalah prosesor 65 nm, bukan 45 nm seperti Pentium Dual Core E6300.
Oh ya, konsumsi daya saat load turun sekitar 61 watt, kalau ada yang ingin tahu (3 watt lebih rendah dan ingat, ke-empat core berjalan penuh).
2. Acquiring new products can have a cascading effect on other technology products.
Maksudnya, tidak hanya apa yang harus Anda lakukan dengan komponen lama yang diganti, tetapi juga dengan komponen lain-lain yang “menempel” di komponen tersebut. Sayangnya, motherboard Gigabyte GA P965 DS3P yang saya sandingkan dengan Core2Duo E6300 tersebut tidak dapat digunakan lagi (baca: mati). Jadi, saya mengembalikannya ke Nusantara Eradata. Paling tidak mereka bisa menggunakan komponen motherboard yang masih hidup sebagai spare parts ataupun membuangnya dengan bertanggung jawab.
Bagaimana dengan komponen selain motherboard? Saya masih dapat menggunakan power supply, RAM, graphic card, hard disk dan lain-lain di platform baru. Jadi, komponen lain tidak ada yang terbuang atau tidak terpakai.
3. Often, the greenest course when it comes to technology is to stick with products as long as you can before replacing them with a new technology
Terutama bila pilihan komponen Anda benar-benar pilihan terbaik (seperti poin pertama) dari segi kinerja, konsumsi daya dan harga. Saya membeli Core2Duo E6300 tersebut kurang lebih 3 bulan setelah Core2Duo keluar (September 2006 kalau tidak salah). Saya memakainya hingga beberapa bulan yang lalu, saat motherboard pasangan mulai bermasalah, kira-kira Februari 2009. Jadi, hampir 2.5 tahun. Selama lebih dari 2 tahun, berjalan di 2.8 GHz hingga tidak bisa dipakai lagi (prosesornya sendiri masih hidup dan berjalan normal).
Berbeda dengan pendapat Jim Rapoza, bagi saya, menjadi enthusiast yang ramah lingkungan bukannya tidak dapat dilakukan, tetapi sudah suatu kenyataan.
Minggu, 19 Juni 2011
Berita